Perkembangan Otak Bayi

Perkembangan Otak Bayi
Perkembangan Otak Bayi

Apa yang dapat dipelajari bayi dalam kurun 0 – 5 tahun ? Sudah sering dikatakan bahwa otak bayi bekerja seperti spons yang menyerap segala sesuatunya. Ada pula yang mengajukan perumpamaan ibarat kertas kosong yang menunggu untuk diisi. Keduanya benar. Tahukah anda, bayi lahir dengan 100 miliar sel di otaknya.

Sebelum seorang anak mencapai usia lima tahun, tumbuh serabut-serabut panjang dan tipis di otak, yang disebut sinopsis, dan menghubungkan sel-sel otak. Keterkaitan inilah yang menjadi fondasi triliunan sirkuit otak, yang menjadi tempat penyimpanan keterampilan hidup seorang manusia.

Perkembangan Otak Bayi paling pesat terjadi di masa early childhood, yaitu usia 0 – 5 tahun. Ada lima tahapan pembelajaran anak dari usia 0 – 5 tahun.

  • Tahap pertama adalah pembelajaran secara fisik, yang meliputi perkembangan saraf bayi dan perkembangan motorik.
  • Tahap kedua adalah pembelajaran keterampilan sosial. Di sini, anak mulai diajarkan bahwa ia hidup di lingkungan sosial. Dengan anak sebayanya, ia perlu mulai mengerti arti bermain dan bekerja sama, selain juga berinteraksi dengan orang lain.
  • Tahap ketiga adalah tahap perkembangan kreativitas. Kenalkan anak kepada macam-macam kegiatan kreatif untuk anak seperti musik, seni gambar, menyanyi, drama, dan lain-lain.
  • Tahapan berikutnya, tahapan keempat, adalah pembelajaran perkembangan emosi. Mereka perlu diajarkan untuk mengenali emosi marah, sedih, senang, dan bagaimana mengatasinya.
  • Tahapan terakhir, kelima, adalah pembelajaran untuk perkembangan kognitif. Di sinilah, anak didorong dalam hal perkembangan IQ dan perkembangan kecerdasan. Salah satunya adalah melalui kemampuan berbahasa – bicara, menulis, dan membaca. Kemampuan berbahasa adalah kemampuan yang dianggap amat penting dalam perkembangan anak, karena kemampuan ini mencerminkan kemampuan berpikir seseorang.

Selanjutnya, Yayasan Reiner mengidentifikasi 10 hal yang bisa dilakukan orang tua dalam menunjang perkembangan putra-putrinya, antara lain: bersikap hangat dan penuh kasih sayang, merespon kebutuhan anak yang diekspresikan dengan bunyi, gerakan, dan ekspresi wajah, berbicara, membaca, dan menyanyi untuk anak, mendorong rasa ingin tahu dan eksplorasi, serta, yang tidak kalah penting, menjaga kesehatan diri sendiri sebagai orang tua – baik kesehatan fisik, maupun kesehatan pikiran.

Demikianlah tadi ulasan kita pada kesemptan kali ini mengenai Perkembangan Otak Bayi. Semoga dapat memberikan informasi dan menambah wawasan kita. Semoga bermanfaat, terimakasih.